Rasa Aman Itu Datang dari Hati yang Berserah, Ditopang Langkah yang Waspada
Rasa Aman Itu Datang dari Hati yang Berserah, Ditopang Langkah yang Waspada
Rasa aman tumbuh dari dua hal yang berjalan bersama: hati yang berserah kepada Allah dan langkah yang tetap waspada. Keduanya tidak bisa saling menggantikan.
Aman Bukan Berarti Tanpa Risiko
Bayangkan Anda berdiri di pelataran Masjidil Haram. Ribuan orang bergerak ke arah yang sama, suhu siang bisa menembus 42 sampai 43 derajat Celsius, dan Anda baru dua jam tiba dari bandara. Di saat seperti itu, rasa aman bukan datang dari keadaan yang sepi dan terkendali.
Petugas haji Indonesia di Makkah pernah menyampaikan bahwa cuaca siang di kota itu bisa mencapai 42 sampai 43 derajat Celsius, sehingga jamaah diminta tidak tergesa-gesa menunaikan umrah wajib sebelum tubuh benar-benar siap. Pesannya sederhana: ibadah yang tenang membutuhkan badan yang dijaga.
Di sinilah dua sikap itu bertemu. Hati yang berserah menenangkan batin ketika hal-hal di luar kendali kita terjadi. Langkah yang waspada mengurangi kemungkinan hal buruk menimpa kita sejak awal. Tulisan ini mengajak Anda memegang keduanya sekaligus, baik saat umroh maupun dalam perjalanan hidup sehari-hari.
Berserah Bukan Pasrah
Berserah, atau tawakal, sering disalahpahami sebagai sikap diam menunggu takdir. Para ulama justru menegaskan sebaliknya: tawakal adalah menyerahkan hasil kepada Allah setelah ikhtiar dilakukan. Sebuah kajian di jurnal IAIN Ambon tentang status hadis dan pandangan ulama mencatat bahwa orang yang bertawakal tidak harus meninggalkan usaha.
Penelitian lain tentang tafsir Marah Labid karya Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa ikhtiar dan tawakal adalah dua prinsip yang saling melengkapi. Ikhtiar mencakup perencanaan yang cermat dan penggunaan cara-cara yang halal, sedangkan tawakal mengarahkan hati untuk bersandar penuh kepada Allah setelah usaha sungguh-sungguh. Dua ekstrem yang dihindari adalah terlalu mengandalkan diri sendiri dan terlalu pasif.
Pemahaman ini sejalan dengan kisah yang dikenal luas dalam riwayat At-Tirmidzi. Seorang sahabat bertanya apakah ia perlu melepas untanya lalu bertawakal. Rasulullah ﷺ menjawab agar ia mengikat untanya terlebih dahulu, baru bertawakal. Para ulama menilai kualitas riwayat ini berbeda-beda, tetapi maknanya sejalan dengan ayat-ayat tentang tawakal, misalnya perintah bertawakal setelah bulat tekad pada Surah Ali Imran ayat 159.
Dengan kata lain, mengunci koper, menjaga dokumen, dan memilih penyelenggara yang resmi bukan tanda kurang iman. Itu bagian dari iman yang dewasa.
Waspada Itu Bagian dari Ikhtiar
Waspada tidak sama dengan cemas. Waspada adalah kebiasaan kecil yang membuat hati lebih tenang. Berikut empat area yang paling sering disebut dalam laporan petugas dan media.
1. Jaga diri di tengah kerumunan. Petugas haji pernah menyampaikan bahwa kepadatan di Masjidil Haram kerap dimanfaatkan pihak tertentu, dan kasus kecopetan serta kehilangan barang selalu muncul saat jamaah membludak. Arab News pernah melaporkan bahwa pencopet bisa berpakaian ihram sehingga tampak seperti jamaah biasa. Anggota petugas lain mengimbau jamaah membawa uang secukupnya saja ke Masjidil Haram, untuk makan, minum, dan transportasi.
2. Kenali jalan pulang. Kesulitan yang paling sering ditemui petugas adalah jamaah yang tidak tahu cara kembali ke penginapan. Catat nama dan alamat hotel, simpan kartu identitas dari rombongan, dan hafalkan pintu serta titik pertemuan yang disepakati dengan pembimbing.
3. Jaga tubuh sebagai bekal utama. Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jamaah menghemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, dan minum air putih yang cukup. Jamaah lansia dan berisiko tinggi diminta segera melapor jika merasa pusing, sesak napas, nyeri dada, atau demam, sebagaimana dimuat di NU Online.
4. Pilih penyelenggara yang resmi. Penipuan travel umroh masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Kajian hukum di Jurnal Cahaya Hukum dan kajian pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Surabaya menyarankan calon jamaah memverifikasi izin biro lewat sistem SISKOPATUH milik pemerintah sebelum mendaftar. Ini langkah waspada yang paling murah dan paling menentukan.
Ada satu catatan penting dari awal Maret 2026. Komnas Haji mengingatkan bahwa puluhan ribu jamaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi pada musim Ramadan, termasuk mereka yang berangkat mandiri. Siapa pun yang berangkat, bersama travel maupun mandiri, perlu mengikuti imbauan dan informasi resmi pemerintah selama berada di sana.
Menyatukan Hati dan Langkah
Penelitian tentang ikhtiar dan tawakal di atas juga mengaitkan keduanya dengan kesejahteraan psikologis: usaha yang terarah, ditambah penyerahan hasil kepada Allah, membuat batin lebih lapang. Orang yang hanya waspada bisa terjebak cemas berlebihan. Orang yang hanya pasrah bisa lalai. Keseimbangan di antara keduanya itulah yang melahirkan rasa aman.
Agar tidak berhenti di teori, beberapa kebiasaan ini bisa dijalankan sehari-hari:
- Sebelum keluar penginapan, cek barang penting, lalu baca doa dan niatkan perjalanan hari itu sebagai ibadah.
- Bagi uang ke beberapa tempat dan bawa secukupnya, lalu serahkan sisanya kepada Allah tanpa terus-menerus mengkhawatirkannya.
- Atur ritme ibadah sesuai kondisi tubuh. Istirahat yang cukup adalah bagian dari menjaga amanah badan.
- Simpan nomor pembimbing, alamat hotel, dan kontak keluarga di tempat yang mudah dijangkau.
- Saat sesuatu terjadi di luar rencana, ambil napas, lakukan langkah yang bisa dilakukan, lalu ucapkan: hasbunallahu wa ni'mal wakil.
Doa dan zikir bukan pengganti kehati-hatian, tetapi penguat hati ketika kehati-hatian sudah dikerjakan.
Rasa aman bukan hadiah bagi orang yang beruntung, melainkan buah dari dua kebiasaan: berserah dengan tulus dan berusaha dengan cermat. Ikat untanya, lalu percayakan sisanya kepada Allah.
Sumber
Ringkasan isi sumber ditulis ulang dengan kata-kata sendiri. Beberapa laporan petugas bersifat arsip dari tahun-tahun sebelumnya dan dipakai sebagai gambaran umum, bukan kondisi terbaru. Riwayat tentang mengikat unta disebut dari pengetahuan umum, bukan dari halaman sumber di bawah, jadi sebaiknya diverifikasi sebelum dipublikasikan.
- Ikhtiar and Tawakkul in the Qur'an, Journal of Indonesian Islamic Studies (2026)
- Tawakal: Status Hadis dan Pandangan Ulama, jurnal IAIN Ambon
- Jamaah haji diimbau tunaikan umrah wajib setelah tiba di Makkah, NU Online
- Jelang puncak haji, Kemenhaj minta jamaah fokus persiapkan fisik, mental, dan spiritual, NU Online (12 Mei 2026)
- Kemenhaj imbau jemaah hemat tenaga jelang puncak haji, Kontan (11 Mei 2026)
- Komnas Haji desak Kemenhaj ambil langkah darurat jamin keselamatan jamaah umrah, NU Online (2 Maret 2026)
- Makkah padat, waspadai copet, JPNN
- Kesulitan yang sering dialami jemaah di Masjidil Haram, Suara Surabaya
- Pickpockets cash in on Ramadan crowd in Makkah, Arab News
- Efektivitas efek jera kejahatan penipuan umrah, Jurnal Cahaya Hukum (2025)
- Edukasi cegah penipuan travel ibadah haji dan umroh, Universitas Muhammadiyah Surabaya